Ketika saya pergi ke Banjarbaru dengan menumpang angkot secara estafet dari Kayu Tangi-PDAM-Gambut-Landasan Ulin-Liang Anggang-Banjarbaru-Kelapa gading permai untuk mengambil draft skripsi, saya bertemu dengan seorang bapak-bapak keturunan Cina yang sedang asyik berceloteh tentang kondisi daerah Banjarmasin, Banjarbaru, dan Landasan Ulin. Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan kepada ibu-ibu yang ada dalam angkot. Ketika akan pulang kembali ke Banjarmasin, saya bertemu lagi dengan beliau, dalam perjalanan Banjarbaru-Landasan Ulin lagi-lagi beliau bercerita tentang pengalamannya waktu ke Bunaken dan bertemu dengan turis-turis. Beliau bertanya kepada sang turis kenapa tidak datang ke Banjarmasin, si turis menjawab ada beberapa alasan, yang pertama adalah masalah security, atau keamanan. menoleh sedikit, dompet raib atau kamera hilang. Kemudian harga yang mendadak mahal ketika turis datang, padahal hari biasa tidak begitu, dan yang pasti diketahui adalah adanya travel warning : untuk tidak mengunjungi Indonesia bagian mana pun -si beautiful dangerous- karena kemungkinan ada teroris, juga karena muka kita yang dibilang criminal face.
Demikian 3 fenomena yang ada di Banjarmasin dan mungkin ditempat lain bila ada bule yang berkunjung. Masalah security, harga yang tidak bersahabat, dan muka kriminal karena jarang senyum yang menyebabkan turis enggan berkunjung ker tempat kita.
Kadang ketika ada even budaya seperti Visit South Kalimantan 2009 sepertinya yang siap adalah lembaga-lembaga yang bersangkutan saja. Padahal selaku kota yang dulunya memiliki bandar semestinya seluruh lapisan masyarakat memiliki kesiapan dikunjungi dan tidak mengecewakan pengunjung dengan masalah keamanan, harga, dan wajah yang tidak bersahabat. kan kalo mereka senang, bisa datang lagi, lumayan nambah devisa.
Baiknya pemerintah daerah mensosialisasikan even2 semacam ini kepada masyarakat yang mungkin bersentuhan dengan para turis melalui siaran tv lokal, radio, dan media lain dan cara menyambut mereka dengan jaminan keamanan barang-barang mereka, harga biasa, dan wajah bersahabat.
Untuk menyambut visit South Kalimantan 2009, euy urang Banjar tampaiakan muha wan kurihing kita nang raja barang!
Welcome in Banjarmasin…
Recent Comments