sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa dibanua kita banyak yang beragama islam, tapi tidak semua berpandangan hidup islam. ada satu bagian yang memisahkan agama dengan hal yang lain, dalam hal ini mereka disebut sekuler. setelah membaca tulisan farag fouda yang berjudul Kebenaran Yang Hilang (KYH) terbitan paramadina tahun 2008 timbullah ide untuk menulis surat ini.
Daulah Khilafah adalah sebuah system pemerintahan yang menyatukan agama dan Negara dalam satu koin yang sama. Seperti halnya pada zaman-zaman pemerintahan Nabi Muhammad SAW, Khulafaur Rasyiddin, hingga Turki Utsmani. Tetapi telah dihapuskan 85 tahun yang lalu dari bumi Turki karena di akhir dinastinya terjadi berbagai macam masalah hingga kebobrokan istana.
Sekarang banyak sekali organisasi berbasis islam di banua kita seperti HTI, KAMMI, LDK, KSI, FSI, dll., yang juga menyerukan slogan-slogan semacam Tegakkan Daulah Khilafah, Islam adalah Solusi, atau Wahai Negara Islam, Kembalilah ; dalam setiap kegiatan atau aksi-aksi mereka.
Farag Fouda (2008 : 9-10) menyatakan bahwa :
… selagi kaum islamis menggaungkan slogan perlunya Negara islam, mendapatkan pengikut dalam partai politik yang ada, dan mengajak kita menuju Negara agama yang diperintah islam, mengapa diwaktu yang sama mereka tidak mengajukan kepada kita, rakyat kebanyakan ini agenda politik terperinci? Agenda politik yang akan menjadi panduan mereka untuk memerintah dan diandaikan pula dapat memberi jalan keluar berbagai problem kita seperti system pemerintahan dan tata caranya, agenda reformasi di bidang politik, ekonomi, budaya, perbaikan system pendidikan, perumahan dan tata cara menuntaskan persoalan itu dari sudut pandang islam.
Dari kutipan diatas mengisyaratkan membentuk sebuah system sebuah daulah bukan sesuatu yang main-main dan gampang. Selain harus menetapkan agenda tertentu juga harus dapat diaplikasikan kepada kondisi dilapangan dengan situasi sekarang, orang-orang yang ada sekarang, dan masalah-masalah sekarang..
Sejarah akan berulang kata Arnold Toynbee, begitu terus yang akan terjadi di kolong langit ini. Ada yang taat, ada pula yang ingkar, sampai Allah SWT menurunkan rasul sampai 25 kali. Ada perang besar sampai 2 kali, belum lagi perang saudara yang terjadi ratusan kali. Demikian juga dengan Daulah, tidak menutup kemungkinan akan terjadi dalam tahun-tahun mendatang.
Saudaraku, satu hal yang mungkin terlupakan. Sebuah daulah tidak akan muncul dalam satu kali hentakan dan langsung dalam keadaan besar. Semua perlu proses dan waktu, seperti halnya fase hidup manusia : lahir, tumbuh, berkembang, kejayaan, meredup, dan runtuh. Daulah Turki yang besar itu pun berawal dari dibangunnya kota Madinah, sebuah kota kecil di Jazirah Arab sana , lalu membesar bahkan sampai menjadi 2/3 dunia besarnya.
Dalam hal ini saudaraku, untuk membangun Daulah yang besar itu diperlukan “Kota Madinah” dalam hal ini sebuah kampong syariat, yang di dalamnya hidup pendukung-pendukung syariat. Mintalah kepada Pemkot sebuah kampong dari seluruh daerah kekuasaannya untuk dijadikan mini lab syariat. Bangunlah kampong itu laksana Nabi SAW membangun kota Madinah. Tunjukkan kepada Banjarmasin indahnya kampong syariat. Jika mereka suka saudaraku, mungkin ‘Madinah’ itu dapat berkembang. Fokuskan saja perhatian, dakwah, tenaga, dan waktumu untuk Madinah kecil itu daripada menyeru saja. Give them bukti, jikalau islam memang pantas menjadi Negara.
Saudaraku, Banjarmasin telah punya kampong Arab, kampong Melayu, kampong Banjar, Pecinan, tak apalah kalau ditambah kampong syariat.
Saudaraku bukankah sebuah perjalanan keliling dunia diawali dengan satu langkah? Daulah yang besar pun berawal dari satu Madinah. Kalau memang sampeyan ingin khilafah itu berdiri, buatlah fondasinya dahulu, sebuah kampong syariat.




Apr 30, 2010 @ 14:32:35
kampung Syari’at….??? sebuah ide yang brilian..
memang klo ingin menegakan daulah islamiyah kita harus membuat dasar dulu